PASAR LEGI YANG BERBENAH DIRI MENJADI PASAR IDAMAN HATI

   
Pasar Legi dan juga aktivitas jual belinya.
 Kembali bersama Seputar Wisata Tulungagung.  Dalam kesempatan kali ini, kami akan mengangkat kembali artikel yang telah ada sebelumnya mengenai pasar. 
Sebelumnya kami sudah pernah membahas mengenai pasar, dan kebetulan saat itu adalah Pasar Legi. Karena merasa kurang puas, terutama dalam gambar-nya, kami coba angkat kembali dalam Rubrik Wisata Belanja Di Tulungagung lagi dengan tema Pasar Dalam 'Pasaran'. 

     Pasti banyak dari kalian ingin tahu mengenai pasar dalam 'pasaran' itu apa. 
Itu lho, nama hari dalam jawa, seperti Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Kebetulan di beberapa daerah terutama yang masih banyak ber-suku jawa-nya, ada juga pasar yang bernama seperti itu. Tidak ketinggalan Tulungagung, yang mana juga sama. 
Warga Tulungagung pasti sudah tidak asing dengan nama-nama pasar itu tadi, dan kebetulan kali ini kami akan membahas mengenai Pasar "Pasaran" di Tulungagung. 

     Untuk pasar yang kita bahas pertama adalah Pasar Legi. Bertempat di Ngantru ( perlu di-check lagi sepertinya ) dan berada di utara Jembatan Ngujang, membuat Pasar Legi ini selalu ramai untuk kawasan Tulungagung wilayah utara. 
Berada dekat dengan stasiun Ngujang dan juga berada pada jarak yang tidak jauh dari jalur provinsi, membuat pasar ini sangat strategis posisinya. Dalam materi-nya, sesuai namanya Pasar Legi akan sangat ramai jika kita mengunjunginya saat pasaran pada penanggalan jawa adalah Legi. Dan ternyata benar, tadi sangat ramai teman-teman. Banyak sekali aktivitas jual beli yang terlihat. 
Pasar pun semakin riuh ramai karena ketika Legi tiba, kita dapat melihat lebih banyak orang berjualan dalam berbagai macam jualan. 
Katakan saja yang biasanya cenderung hanya bahan pokok dan sayuran, namun saat Legi tiba, kita akan melihat lebih banyak lagi. Seperti kita sebut saja, ada yang berjualan kaset CD dan sejenisnya, alat pemotong semacam clurit, pisau dan sejenisnya, buku-buku, dan masih banyak lagi.

     Sebentar, pasti kalian merasa aneh karena kami mengatakan biasanya. 
Benar, tidak dalam pasaran Legi-pun, pasar ini tetap masih melakukan jual beli layaknya pasar umumnya, tetapi akan sedikit lebih sedikit untuk orang ataupun tipe barang yang dijual. 

    Kenapa pasar masih sangat ramai bagi warga Tulungagung di tengah-tengah gempuran toko dan swalayan yang berjubel di kota ini? Mungkin alasan  Pasar Tradisional ( lebih tepatnya ) masih tetap eksis adalah sistim dan lagi-lagi adalat budaya dan kebiasaan orang jawa itu sendiri. 
Dalam pasar Tradisional seperti pasar legi ini, masih dapat kita temui tawar menawar harga, teriak-teriak sana-sini menunjukan barang jualannya, saling tegur sapa satu sama lain, dan juga lalu lalang di antara para pembeli dan penjualnya. 
Pasar sendiri adalah tempat di mana kita dapat mempelajari banyak hal, mulai apa yang sedang menjadi trend dan juga bagaimana sifat antara penjual dan pembelinya. Semua itu adalah pengalaman yang tidak dapat kita peroleh di model pasar modern.

Pasar Legi adalah salah satu yang masih bertahan dan semoga akan terus ada, apalagi bukan hanya bahan pokok saja, di sini dalam kondisi dan suasana tertentu, juga digunakan untuk pasar hewan seperti pasar Ayam ataupun Kambing.
Kebetulan dalam suasana hari raya kurban, kita sudah pasti akan melihat banyak kambing berkeliaran bersama para pemilik-nya. Banyak sekali dan bermacam-macam jenis-nya, pasti akan membuat kalian suka jika melihatnya. Namun jangan lupa tawar menawar-nya walaupun untuk seekor kambing yang bagi kalian ingin ber-kurban atau sekedar diternakkan.

     Untuk informasi saja ketika mengunjungi pasar legi tadi. Kami melihat adanya perbaikan untuk tempat pasar yang lama, di mana lokasi berpindah sedikit ke barat-nya dan tidak jauh dari lokasi yang lama. Ketika ditanyakan ke petugas-nya, kondisi seperti tadi sudah berlangsung 1 bulanan ini. Kami sangat senang, karena dengan adanya perbaikan di pasar legi, pasti akan membuat pasar lebih nyaman dan tertata. Memang selama ini pasar identik dengan tempatnya yang tidak beraturan, tapi semoga tidak untuk Tulungagung.
Hal yang menjadi item daerah seperti ini adalah yang harus dipertahankan. Kami salut akan pemerintah daerah yang berinisiatif untuk memperbaiki dan mempercantik pasar tradisional di Tulungagung. 

     Dengan banyaknya pasar yang tertata, akan banyak pula konsumennya yang tertarik untuk mendatanginya. Semakin ramai pasar, akan semakin bertambah juga lapangan dan peluang yang tercipta di dalamnya. 
Sepertinya sudah cukup pembahasan kali ini. Untuk pasar selanjutnya adalah pasar Pahing. Ada yang ingin berbagi info mengenai pasar "pasaran" ini? Silahkan komentar di bawah ya.
Satu lagi pesan dari kami, berpandailan dalam tawar menawar dan juga pilih memilih barang di pasar. Pasar adalah tempat di mana anda bisa untung dan juga kurang beruntung, semua tergantung pengalaman dan daya usaha kalian. See ya.
Salam Blogger Anak Tulungagung.

Komentar