Latest Posts

27 Juli 2107, Tulungagung - Selamat pagi pembaca setia blog seputar wisata Tulungaung yang kami hormati, dan tentu kami harapkan kunjungannya tiap hari. Dalam kesempatan yang baik ini, mungkin suasana mendung yang menyelimuti kota Tulungagung, kami akan menyampaikan informasi yang semoga cukup bermanfaat dan dapat menjadi sebuah masukan yang informatif bagi para pembaca sekalian.
Mungkin lama juga kami tidak mengangkat artikel di blog ini, dan mungkin juga terkadang banyak diantara pembaca setia yang berpikir apakah berguna membaca di sebuah blog, dimana saat ini sudah banyak media sosial yang lebih mudah diakses dan tidak repot. Namun, kembali lagi kami menekankan, bahwa blog tetap dapat menjadi referensi yang baik dan juga media yang yang masih dapat dipandang cukup penting.
Kembali lagi ke tema yang akan kita bahas, yaitu Pagelaran Wayang Kulit Di Gor Lembupeteng oleh Dalang Ki Anom Suroto, yang merupakan puncak dari acara peringatan Hari Koperasi Nasional ke-70, yang untuk Jawa Timur tahun ini Tulungagung dipilih sebagai penyelenggara puncak-nya.
Dalam rangka memperingati hari koperasi ke-70 di Tulungagung, telah banyak acara digelar, seperti kami kutip dari kabupaten.tulungagung,net , berikut daftar acara yang digelar :

  1. Pameran UMKM Hari Koperasi 2017 bertempat di GOR Lembu Peteng, tanggal 20 – 22 Juli 2017
  2. Sarasehan Perkoperasian, di Hotel Istana Tulungagung 20 Juli 2017
  3. Puncak Peringatan Hari Koperasi ke – 70 Tahun 2017 (Ceremonial)
  4. Koperasi Peduli (Donor Darah), Tempat Menyesuaikan, Tanggal 20 – 23 Juli 2017
  5. Mlaku Bareng Gus Ipul dan Syahto (Jalan Sehat Koperasi), Minggu Pagi, 23 Juli 2017 di Alun2 Tulungagung. Berhadian 3 Buah Sepeda Motor, Sepeda Gunung, Kulkas, dll.
  6. Wayang Kulit Ki Dalang Anom Suroto dan Sinden Nyi Kesini 26 Juli 2017.
  7. Peduli Koperasi ( Bedah Rumah), dilaksanakan antara Juni – Juli 2017
  8. Dll. 
Tahun ini, dalam peringatan hari koperasi nasional, mengangkat tema “Menguatkan Peran Negara, Menghadirkan Koperasi sebagai Pelaku Ekonomi Rakyat”.
Hal ini membuktikan bahwasannya, koperasi dapat diharapkan menjadi soko guru perekonomian rakyat Indonesia. Dengan semakin banyak koperasi di Indonesai, diharapkan perekonomian di Indonesia akan semakin lebih baik. Karena itu, pemerintah mendukung penuh keberadaan dan program dari koperasi, begitu juga Tulungagung tentunya

Tahun ini, dalam puncak peringatan nasional hari koperasi di Makasar, bersama beberapa pemimpin daerah terpilih, Bupati Tulungagung, Bapak Syahri Mulyo mendapatkan penghargaan Satya Lencana Pembangunan bidang Koperasi tahun 2017. Tentu saja ini membanggakan kita warga Tulungagung tentunya.Kembali dalam pembahasan utama, mengenai puncak peringatan Hari Koperasi ke-70 di Tulungagung, dimana kemarin malam diselenggarakan pagelaran wayang kulit dengan dalan terkenal Ki Anom Suruto. Pagelaran wayang tersebut juga dihadiri Bapak Bupati Tulungagung, Bapak Syahri Mulyo tentunya beserta pejabat pemerintahan,Kapolres, Danrem dll. Juga ada tamu spesial , yaitu Bapak Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak Syaifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, serta Bu Untari selaku anggota dewan di Jawa Timur.


 Pagelaran Wayang kulit yang diadakan di GOR Lembupeteng ini dapat kami katakan sukses besar, apalagi dengan dipenuhinya janji dari Gus Ipul untuk menghadiri peringatan pagelaran, membuat suasana semakin ramai. Acara kemarin malam, selain didatangkan spesial dalang kondang Ki Anom Suroto, juga dimeriahkan oleh Sinden Eka Suranti dari Kebumen dan dibuat penuh tawa dengan pasangan kocak Agus Kuprit - Cak Tawar

Tidak ketinggalan juga, spesial untuk memperingati HARKOPNAS, dalam pagelaran kemarin malam turut  hadir pula Sinden yang telah mendunia, yaitu Sinden Sukesi Rahayu.

Acara ditayangkan secara langsung pula lewat stasiun TV Lokal Dhoho TV, sehingga masyarakat yang tidak hadir secara langsung di GOR masih dapat menikmati pagelaran wayang tersebut. 


Pemerintah Tulungagung sendiri dapat kami katakan suskes dalam meberikan pelayanan ke masyarakatnya yang menonton wayang di GOR Lembupeteng, dengan disediakan kursi serta disediakan makanan dan juga air mineral bagi penonton. Walaupun tidak semua orang mendapatakan, tapi hal tersebut merupakan bukti bahwa pemerintah Tulungagung masih mengayomi warganya dengan baik. 


Pagelaran Wayang kemarin , mengambil lakon "Sri Mulih", yang diharapkan dapat diambil pitutur-pitutur yang baik, dan menjadikan warga Tulungagung pada khusunya serta yang melihat pada umumnya, untuk semakin arif bijsaksana dan juga bekerja keras untuk masadepan yang semakin baik.


Dengan digelarnya wayang kulit kemarin malam, menjadi puncak dari rangkaian peringatan Hari koperasi Nasional ke-70 di Tulungagung.
Pemerintah tentu berharap koperasi akan semakin memperbaiki tarap hidup masyarakat Indonesia pada umumnya, Jawa Timur dan Tulungagung untuk khusunya. Sehingga kedepan Indonesia akan menjadi jauh lebih baik dan terlepas dari kemiskinan.

Tulungagung sendiri juga tidak kalah terus berupaya untuk mengembangkan koperasi yang ada. Dengan diterimanya Penghargaan Satya Lencana dalam bidang pembangunan, tentu hal ini bukan hanya sebuah penghargaan namun juga sebagai penggerak untuk menjadi semakin baik; kreatif dan inovatif, mensejahterakan warga Tulungagung juga mengmbangkan segala potensi daerah.

Semoga Tulungagung akan terus menjadi lebih baik, baik kotanya juga warganya.
Memiliki taraf hidup, juga tindak-tanduk yang baik pada warganya. Tulungagung, semoga akan tetap terus Ayem Tentrem Mulyo lan Tinoto.
Sekian pembahasan kali ini, memang masih jauh dari kata lengkap namun semoga dapat menjadi bahan referensi dan juga inovasi pembaca setia.
Salam Blogger Seputar Wisata Tulungagung.
Selamat pagi/siang/sore, dan malam para pembaca setia Seputar Wisata Tulungagung, masih tetap bersama kami admin yang tidak update dan masih jauh dari kata bagus dalam mengelola blog ini . Spesial dalam postingan kali ini, admin khusus-kan untuk mengucapkan " Minal aidzin wal faidzin " kepada seluruh pembaca blog setia seputar wisata Tulungagung ini. 
Admin tentu tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih dan sekaligus meminta maaf atas salah tulis dan lainnya yang sengaja atau tidak sengaja admin paparkan dalam setiap artikel yang admin posting. Admin pribadi berharap para pembaca tidak pernah bosan dalam memberikan masukan dan juga rujukan yang terbaik untuk perkembangan dari blog ini. 
Dalam beberapa bulan ini memang admin begitu disibuk-kan dengan banyak hal yang entah mau dikatakan penting atau tidaknya admin sendiri masih bingung, sehingga sampai tidak sempat dalam memberikan informasi dan lainnya berkaitan dengan wisata ataupun berita seputar Tulungagung. Sekali lagi admin meminta maaf atas ketidaknyamanan bagi pembaca setia eblog ini. 
Admin sendiri juga tidak segan-segan mengingatkan kalau pembaca setia bisa [ terutama warga Tulungagung ], mengirimkan karya-nya atau sekedar info mengenai apa yang ada di Tulungagung dengan mengirimkannya lewat email admin [ haloasean2015@gmail.com ]
tentu saja admin akan baca dulu apakah layak atau tidaknya karya yang dikirimkan lewat email ke admin tersebut. 
Tentu ini adalah free choice bagi setiap pembaca, dan admin hanya bisa mengucapkan banyak terimakasih atas partisipasinya. 
Wisata Tulungagung semakin hari semakin berkembang dan banyak, nah, disini admin akan lebih fokus-kan  dalam mengangkat hal tersebut. Semakin maju dan berkembangnya kota tercinta ini, maka akan semakin membuka banyak peluang usaha ataupun kerja. 
Saat ini memang informasi dapat disebarluaskan dengan cepat dengan melalui banyak media seperti ; lewat instagram, facebook, line, wa, Bbm, email, dan lainnya. Mungkin sebuah blog atau web bukan lagi menjadi pilihan utama dalam menemukan berita virtual, tetapi admin sangat berharap para pembca setia akan masih dapat memanfaatkan keberadaanya. 
Sekali lagi admin membuat seputar wisata Tulungagung ini untuk menjadikan Tulungaung semakin dikenal masyarakat luas. seperti jargon blog ini " I'm not traveller but I love travelling", memberikan arti kalau kegiatan menemukan hal-hal menarik bisa secara virtual juga, tentu bagi kalian yang suka travelling sangat dipersilahkan lho [ admin saja nyidam wisata patai dan gunung nggak keturutan ].
Jadi jangan bosan-bosan menemukan hal baru dan mengembangkannya untuk menjadi hal yang positif bagi kita sendiri dan juga orang-orang disekitar kita, Teman. 
Sekian apa yang dapat admin sampaikan, dan mohon maaf sekali jika ada salah tulis dan penjabaran yang mungkin sulit untuk dipahami [ maklum admin baru saja bangun tidur ] pembaca setia sekalian. Mumpung masih bulan syawal, sekali lagi admin mengucapkan mohon maaf lahir bathin ya.
Mari jadikan Tulungagung semakin baik dan dikenal banyak orang di seluruh dunia, kembangkan wisata dan usaha di dalamnya begitu pula orang-orangnya, dan jadikan Tulungagung menjadi tempat yang layak disebut sebagai " Kota Idaman ", yang benar-benar seperti kata Pak Bupati, kota yang ayem tentrem mulyo lan tinoto. 
Sekian dan terimakasih, salam blogger tulungagung.

Selamat pagi para pembaca setia blog Seputar Wisata Tulungagung ; tetap semangat meskipun weekend. Oh ya Mimin ingin melaporkan hasil kegiatan Mimin pas waktu liburan hari Kamis kemarin. Yah ceritanya begini, kebetulan kan Mimin setiap hari Kamis alhamdulilah selalu masih diberikan off day setelah 6 hari kerja. Mimin kebetulan mendenger info kalau ada kegiatan yang besar dilaksanakan di GOR lembupeteng Tulungagung dari tanggal 03 - 05 Mei 2017. Mimin pun penasaran ; mencari info lebih jauh lah. Ternyata benar para pembaca setia, di GOR Lembupeteng TA diadakan sebuah acara yang kelasnya cukup besar yaitu puncak acara kegiatan BBGRM ke XIV dan juga HKG PKK ke-45. Apa ya itu Min? Ok, begini Mimin sedikit jelaskan dari apa yang Mimin dapatkan dari Tulungagung.go.id. 

Jadi yang Mimin tulis diatas itu meruapakan singkatan dari PUNCAK PERINGATAN BULAN BAKTI GOTONG ROYONG MASYARAKAT (BBGRM) XIV DAN HARI KESATUAN GERAK PKK (HKG PKK) KE 45. 
Menurut Kepala Bidang Partisipasi Dan Lembaga Masyarakat DPMPD, Diah Margawati, SE, MM bahwa dalam kegiatan pameran produk unggulan terbesar di Jawa Timur ini nantinya selain diikuti oleh 38 kabupaten/kota di Jawa Timur akan ada begitu banyak stand dari peserta lokal dari Kabupaten Tulungagung sendiri. Selain peserta yang merupakan binaan dari OPD yang ada di Kabupaten Tulungagung akan tampil pula 8 stand Posyantek atau Pos Pelayanan Teknologi dari 8 kecamatan di Tulungagung yang akan memamerkan barang-barang dari hasil Teknologi Tepat Guna. Dalam kegiatan pameran produk unggulan tingkat provinsi Jawa Timur ini selain memamerkann produk unggulan yang berupa barang-barang konsumsi, pakaian, tas, sepatu dan produk kerajinan dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur / Tulungagung.go.id

Karena Mimin tidak ingin berpanjang lebar bercerita, Mimin sudah buatkan video nya nih. Semoga apa yang Mimin share ini bermanfaat dan menjadikan Tulungagung tidak kalah dengan kabupaten / kota lainnya di Jawa timur. Lebih lagi para pembaca setia, Tulungagung saat ini cukup menjadi bidikan para wisatawan lokal ataupun dunia. Terbukti kemarin Mimin dapat info kalau di pantai ngalur ada kegiatan World Rainbow Ghatering yang dihadiri sekitar 100 turis asing. Wah, bagaimana tidak keren itu teman. Nggak perlu ke Bali kalau ingin melihat banyak turis asing berkeliaran. Oh iya, menurut info mereka akan ada sampai tanggal 25 Mei 2017. Jadi yang ingin mengolah kosakata dan belajar talking-talking dengan bule, disarankan sekali lho untuk datang. Sekian info dari Mimin ya. Maaf Mimin jarang update berita ; ketika sempat saja, apalagi Mimin kan seperti slogan blog nya " I love traveling but I am not treveller".  Sekiaj dari Mimin dan terimaksih ; salam seputar wisata Tulungagung see yaaa!!!

Selamat malam pembaca setia seputar wisata Tulungagung! Semoga pembaca sekalian masih dalam kondisi sehat dan masih diberikan kebaikan dan kemudahan dalam hidupnya oleh Tuhan Yang Maha Ess. Dalam kesempatan berbahagia ini, saya akan menuliskan sebuah artikel yang merupakan hasil dari apa yang saya lakukan tadi pagi di lapangan Rejoagung , Tulungagung tentunya. Apakah saya berolahraga?
Jika apa yang Anda pikirkan seperti itu, sepertinya Anda salah besar. Saya tidak jogging ataupun running di lapangan Rejoagung, melainkan menyaksikan sebuah pagelaran yang dapat saya katakan begitu mempesona dan mengagumkan. 
Pagelaran apa yang saya lihat tidak lain adalah sebuah pagelaran yang membawa judul "Festival 1000 Barong".


Tentu saja saya dalam hal ini tidak mencoba bercanda ataupun menipu Anda para pembaca setia seputar wisata Tulungagung yang baik hati. 
Festival 1000 Barong ini merupakan sebuah acara yang diadakan oleh sebuah organisasi bernama Aliansi Jurnalis Tulungagung ( AJT ) dalam rangka HUT AJT.
Secara sepintas saya mengikuti dan melihat, saya dapat katakan kalau Festival 1000 Barong ini termasuk dapat dikatakan berhasil menarik minat masyarakat untuk melihatnya.
Acara yang dimulai dari pukul 10.00 WIB dan bertempat di area GOR Rejoagung ini, menjadi sorotan banyak mata juga media tentunya. 
Diikuti lebih dari 30 peserta yang saling menunjukan keahliannya dalam berpentas, tidak mengurangi minat masyarakat untuk melihat penampilan mereka meski terik matahari membakar tubuh para penontonnya.
Itulah sekilas laporan yang saya dapat sampaikan dimuka, dan mari kita bahas lebih lanjut mengenai jalannya festival sepanjang sepengetahuan saya dari awal melihat sampai harus pulang karena waktu yang memisahkan, padahal masih mendapat 1/3 peserta dari banyak peserta yang ada.
Sebelum dan sesudah performa para peserta ganti kostum langsung di tempat 

Festival 1000 Barong yang diadakan pada tanggal 01 Oktober 2016 ini, bertepatan juga dalam memperingati hari kesaktian Pancasila 2016, merupakan salah satu dari rangkaian acara yang diadakan oleh Aliansi Jurnalis Tulungagung ( AJT ). 
Tari Barong merupakan sebuah kesenian khas daerah dari Jawa-Bali. Kesenian ini telah mengakar rumput dalam kehidupan masyarakat Jawa khusunya sejak lama. 
Tari Barong merupakan sebuah tarian yang biasanya diselaraskan atau ditampilkan bersama  kesenian jaranan yang telah melegenda sejak lama pula. 
Kesenian ini sekarang ini masih dapat dipertahankan oleh masyarakat walau harus melawan perkembangan jaman yang semakin canggih dan penuh dengan perkembangan.
Kesenian Barong dan jaranan sangat diharapkan masih dapat kita lihat sekarang dan sampai masa-masa mendatang.
Kembali ke Festival 1000 Barong yang diadakan tadi pagi, saya yang melihat begitu terpesona dengan gerak dan tari yang ditampilkan oleh setiap peserta.

Animo masyarakat yang sangat tinggi; tak gentar walau terik matahari membakar

Hampir semua penampilan mereka dapat membuat para penonton dibawah panggung yang melihat hanya dapat terperangah dengan Hp di tangan.
Kenapa saya mengatakan seperti itu? Hal tersebut dikarenakan kebanyakan dari mereka tidak ingin melewatkan momen yang ada dengan merekamnya, begitu pula saya sendiri.
Ini dapat membuktikan bahwa bukan hanya konser dangdut koplo atau konser musik pop yang dapat menarik jiwa seni masyarakat, tapi seni kearifan lokal pun tidak kalah menarik juga. 
Mereka bahkan rela berpanas-panas melihat bersama keluarga sanak-saudara atau dapat juga sendirian seperti apa yang saya lakukan. 
Tidak ada kata sia-sia untuk melihat sebuah pentas seni budaya yang memberikan manfaat juga kebaikan pada penontonnya.
Peserta dari festival Barong yang diadakan ini berasal dari banyak daerah juga kalangan dan sebagian besar dari wilayah Tulungagung itu sendiri. 
Hal itu dapat saya simpulkan karena ada yang berasl dari pagerwojo atau bahkan dari kalangan pelajar seperti dari tim SMKN 1 Tulungagung yang juga ikut mengambil bagian. 
Yang paling menarik perhatian saya adalah peserta bukan hanya dari kalangan dewasa tapi anak-anak pun ikut serta mengambil bagian dalam permainan.
Penampilan dari mereka pun tidak kalah mengagumkan bahkan dapat dikatakan malah menarik banyak perhatian orang-orang yang melihatnya.
Tentu saja menjadi sorotan karena di usia masih kecil mereka dapat dengan lincah juga kuat untuk melakukan tarian Barong yang notabenenya menguras banyak tenaga.
Sayang dari beberapa peserta tadi belum dapat datang namun hak itu tidak mengurangi jalannya acara.
Dari para pemain atau peserta tampak tidak ada kekurangan namun hanya agak sedikit kurang pada jalannya pelaksana acara yang diharapkan ke depan dapat lebih baik.
Panggung dapat dikatakan sudah pas, musik dan kelengkapannya juga lumayan lengkap, tapi sayang dalam antrean peserta yang keluar tidak disebutkan dari sasana budaya atau daerah mana mereka datang.
Hal tersebut menjadikan para penonton tidak mengetahui dari daerah mana atau sekolah mana orang yang tampil. 
Pembaca acara hanya menyebutkan no urut peserta saja dengan lantang.
Walaupun begitu, hal tesebut tidak mengurangi rasa kagum saya pada para pemain Barong di panggung.
Disisi lain, sinden atau lebih tepatnya saya pribadi tidak tahu disebut apa, sangat membantu dalam penampilan peserta.

Ini Mbak Sinden yang saya maksudkan di atas

Sang sinden terkadang menyebutkan nama tim Barong yang sedang melakukan performa di panggung disela-sela lagu yang dibawakan.

Acara Festival seribu Barong ini bukan hanya mendapat dukungan dari Aliansi Jurnalis Tulungagung ( AJT ), tetapi didukung dari beberapa pihak juga diantaranya dari Oskadon, Radio raka FM, dan juga Oskadon Sp.
Dikarenakan waktu telah tengah hari dan saya harus bekerja, maka dengan berat hati saya harus pulang ke rumah. Tetapi, tidak lengkap jika kita melihat cara seperti ini tanpa membeli oleh-oleh yang berhubungan dengan budaya yang ditampilkan. 
Maka saya pun membeli sebuah cemeti kecil juga replika jaran kepang kecil di tempat penjualan oleh-oleh.


Tidak mahal dan dapat menjadi sebuah pengenalan kebudayaan dan kearifan lokal untuk putra-putri Anda di rumah.
Sekian info singkat dari saya, dan salam Seputar Wisata Tulungagung, see you! 
GOR Lembupeteng - Reog kendang yang merupakan kesenian yang menjadi ciri khas kabupaten Tulungagung, baru saja mencatatkan dirinya dalam Musem Rekor Indonesia ( MURI ) untuk Pagelaran Reog Kendang dengan jumlah peserta terbanyak, yaitu 2400 anak dari berbagai sekolah dari tingkat SD/SMP/SMA dan sederajat.
Tanggal 12 November 2015, menjadi hari di mana Tulungagung dapat berbangga diri, karena dalam satu hari, Tulungagung dapat mencetak dua rekor MURI sekaligus. Yang pertama adalah penyajian Pecel Lele terbanyak dengan 5000-an porsi di desa Gondosuli, Gondang. Dan satu lagi adalah pemecahan rekor permainan reog kendang dengan pemain terbanyak yaitu 2400 pemain reog kendang di GOR Lembupeteng. Spesial untuk Reog Kendang, ini bukan hanya mencetak rekor dengan kelas nasional, tetapi juga dalam kelas dunia. Tulungagung, dalam acara bertajuk Parade 2000 Reog Kendang sebenarnya hanya mendaftarkan 2000 peserta, tapi dalam kenyataannya ada lebih dari itu, yaitu 2400 peserta. Hal ini sangat patut di-apresiasi oleh masyarakat ataupun pemerintah Tulungagung sendiri. 
Acara yang dihadiri banyak sekali tamu ini, mulai dari jajaran pemerintah kabupaten, para tamu undangan, para guru-guru pembimbing, Bupati dan Wakil Bupati, serta tamu spesial yaitu Gus Ipul atau Bapak Saifullah Yusuf yang merupakan Wakil Gubernur Jawa Timur juga datang dalam acara ini. Tentu tidak lupa perwakilan dari Muri dan juga para peserta Parade Reog Kendang yang semakin menambah riuh ramai acara. Acara yang dijadwalkan pukul 13.00, akhirnya harus dimulai pada pukul 14.30 an. Dalam parade ini, bukan hanya dari pihak pemerintah daerah saja yang terlihat begitu tertarik, tetapi juga masyarakat Tulungagung sendiri. Animo masyarakat dapat diketahui dengan banyaknya para penonton yang telah berjubel dari sebelum acara dimulai. Walaupun acara dititikberatkan di GOR Lembupeteng, namun pengamanan dan strerilisasi telah dilakukan mulai dari jembatan lembu peteng. 
Gambar dari atas oleh Mas Galih and Crew

Acara yang merupakan kerjasama banyak pihak ini, mulai dari PGRI, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Para Siswa/i SD-SMP-SMK/sederajat se-Tulungagung, dan masih banyak lainnya, akhirnya menghasilkan sebuah karya dan pertunjukan yang spektakuker dan kolosal. Di siapkan dengan latihan selama 1 bulan oleh pihak yang terkait, dibimbing dan dilatih oleh para guru dan pelatih, memberikan hasil yang tidak mengecewakan. Setiap pemain reog kendang dapat ber-sinergi dan mampu menunjukan hasil latihan di depan para tamu dan penonton dengan penampilan yang memukau. 2400 pemain Reog Kendang, dan dapat dibayangkan betapa sulitnya mengatur, menyelaraskan setiap gerakan dan tarian, dan mereka semua berhasil. Sangat patut sekali diberikan apresiasi kepada para pemain reog kendang ini, karena hasil usaha mereka, latihan, dan juga pengorbanan waktu yang akhirnya dapat memberikan hadiah untuk ulang tahun Tulungagung dengan hadiah yang tak terlupakan. Diucapkan banyak terima kasih juga kepada para guru dan pihak yang berhubungan, baik langsung ataupun tidak. 
Reog kendang sendiri, seperti dibicarakan diawal adalah sebuah kesenian tradisional khas dari Tulungagung. Kebetulan juga, kesenian ini telah dipatenkan oleh pemerintah Tulungagung. Jadi, kesenian Reog Kendang ini benar-benar milik kota tercinta kita, Tulungagung. 

Usaha pelestarian kesenian ini sangat digencarkan oleh banyak pihak, bukan hanya pemerintah daerah itu sendiri. Reog kendang memang memiliki ciri khas dan keunikan dalam setiap tarian, tabuhan, serta penampilannya. Reog kendang sendiri banyak dipakai untuk acara-acara tertentu ataupun sekedar penyambutan tamu. Seperti yang diutarakan Bapak Syahri Mulyo selaku Bupati Tulungagung, diharapkan ke depan, setiap instansi memakai Reog Kendang dalam penyambutan tamu tertentu. Ide Pak Bupati ini, sangat patut diacungi jempol. Dibutuhkan anak yang benar-benar telaten untuk memainkan reog kendang ini. Setiap gerakan memiliki maksud dan tujuan yang tersirat. Gus Ipul sendiri di sela-sela penyambutan, mencoba bermain reog kendang bersama jajaran tamu undangan, dengan diiringi para anak pemain reog kendang, ia mengatakan kalau hal itu tidak mudah. Apa yang dilakukan Gus Ipul daj lainnya ini, memberitahukan bahwa bermain Reog Kendang tidak hanya sekedar menabuh kendang, tetapi juga ada penyelerasan, permainan tangan, dan kelincahan di setial gerakan. Diharapkan sekali untuk ke depan, permainan Reog Kendang Tulungagung, dapat dikenal masyarakat luas, bukan hanya Tulungagung, tetapi juga Indonesia dan dunia. Kesenian adalah suatu yang bersifat universal dan tidak melihat batasan siapa yang menyukainya. Kesenian sendiri bisa menjadi sebuah jati diri suatu daerah, dan penghubung antar budaya dan golongan. Karena itu, pelestarian sebuah kesenian khas suatu daerah adalah tugas mereka yang memiliki kesenian itu. Jika semakin banyak tahu dari mana sebuah kesenian berasal, tidak akan mudah dicuri kesenian itu, lebih dikenal , dan semakin mengharumkan nama daerah.

Parade Reog Kendang Tulungagung 2015, menjadi sebuah momen untuk semakin memajukan setiap kesenian budaya di Tulungagung, bukan hanya Reog Kendang Tulungagung. Semoga Tulungagung semakin jaya, dan selamat untuk hari jadi-nya yang ke 810. Kami segenap crew Seputar Wisata Tulungagung mengucapkan "Dirgahayu Tulungagung - Jadikan Tulungagung menjadi Tulungagung yang Adem Ayem Tentrem Mulyo lan Tinoto". 
Salam redaksi!